1"Kael, kamu berjaga disini. Bunuh mereka jika ada yang berani melawan." Perintah Kane kepada salah satu anggotanya, sementara dia dan keempat anggota lainnya berjalan mengikuti Leena.

Leena mulai berjalan perlahan, diikuti oleh Kane dan pasukannya. Di belakangnya, Karim dan Maret berdiri dengan tegang, sementara penduduk Sinto lainnya hanya bisa menatap dengan takut dan cemas.

Kane terus mengawasi Leena dengan tatapan penuh kecurigaan. “Kalau kau mencoba membohongiku, aku pastikan kau akan menyesal.”

Leena tidak menjawab, tetapi di dalam hatinya, dia tahu bahwa perjalanan ke gua itu tidak akan mudah. Tidak hanya karena ancaman monster laba-laba, tetapi juga karena kehadiran Kane dan pasukannya yang selalu siap untuk membunuh siapa saja tanpa ragu. Namun, dia hanya bisa berharap bahwa kebenaran tentang Milo akan cukup untuk menghentikan pertumpahan darah lebih lanjut.

Leena memimpin Kane dan rombongannya memasuki gua yang berada di belakang perkampungan mereka, tempat jasad Milo berada. Namun, mereka belum menyadari bahwa Sherly telah diculik oleh Ruvan dan dibawa ke Suku Monrest.

Saat memasuki gua yang gelap, Freya menggenggam perangkat deteksinya erat-erat sambil memindai area sekitar. Cahaya biru dari layar perangkatnya memantul di dinding-dinding gua. Dia mengerutkan kening, menatap layar diperangkatnya yang mulai menampilkan anomali.

“Komandan,” katanya dengan nada serius, “ada gelombang elektromagnetik besar di dalam gua ini. Jika intensitasnya meningkat, perangkat kita mungkin akan terganggu.”

Kane, yang berjalan di depan tim, segera berhenti dan mengangkat tangan sebagai isyarat untuk menghentikan langkah mereka. “Periksa alat anti elektromagnetik kalian,” perintahnya tegas. “Pastikan semua berfungsi dengan baik. Kita harus siap jika perangkat utama mengalami kerusakan. Tidak ada yang tahu apa yang menunggu kita di dalam.”

Setiap anggota tim buru-buru memeriksa setiap peralatan yang mereka bawa untuk memastikan teknologi canggih yang mereka kembangkan untuk menghadapi ancaman elektromagnetik. Di dunia mereka, peperangan tidak hanya dilakukan dengan senjata konvensional, tetapi juga dengan serangan elektromagnetik yang dapat melumpuhkan semua perangkat elektronik dalam sekejap.

Namun, alat anti elektromagnetik yang mereka bawa tidak hanya melindungi perangkat elektronik dari kerusakan seperti EMI, tetapi juga memiliki keunggulan unik. Alat tersebut mampu membalikkan energi perusak menjadi tenaga pengganti, memungkinkan perangkat tetap berfungsi bahkan dalam kondisi ekstrem.

“Baiklah, semuanya siap?” tanya Kane setelah memastikan semua anggota tim telah memeriksa alat mereka. Mendapatkan anggukan tegas dari anggota tim, dia melanjutkan, “Kita masuk sekarang. Tetap waspada, dan jangan abaikan tanda-tanda bahaya.”

Ketika mereka melangkah semakin ke dalam, suara perangkat Freya mulai mengeluarkan bunyi aneh, lalu mati total.

“Apa yang terjadi?” tanya Valen, melihat layar perangkatnya juga mati.

Freya mencoba menyalakan kembali perangkatnya, tetapi tidak berhasil. “Seperti yang sudah kita duga, gelombang elektromagnetik di dalam gua ini terlalu kuat. Itu merusak semua perangkat elektronik kita.”

“Aktifkan anti elektromagnetik sekarang!” perintah Kane. Dia berbalik menatap Leena. “Apa yang kau sembunyikan di sini?!”

Leena, yang sudah semakin putus asa, menjawab dengan jujur. “Aku tidak tahu apa-apa tentang gelombang itu. Ini bukan sesuatu yang aku pahami.”

Kane, tidak puas dengan jawabannya, meraih leher Leena dan menariknya mendekat. “Kalau kau berbohong padaku lagi, aku akan pastikan kau tidak keluar dari gua ini hidup-hidup.”

Valen mendekat, mencoba menenangkan Kane. “Komandan, dia mungkin benar-benar tidak tahu. Suku di sini tidak memahami teknologi seperti kita.”

“Kalau begitu dia harus berguna untuk menunjukkan jalan,” balas Kane dengan dingin. "Berapa lama perangkat kita berfungsi kembali?"

"Sekitar satu jam, komandan." Jawab Freya.

"Komandan, bukankah Sherly ada menyebutkan mengenai gambar-gambar aneh di gua ini." Kata Lyra mengingatkan."Kenapa kita tidak kesana terlebih dahulu sambil menunggu perangkat kita aktif kembali." Sarannya.

Kane segera teringat, di perjalanan mereka menuju suku Sinto, Kane menggali sebanyak mungkin informasi dari Sherly. Karena beranggapan gambar-gambar yang ada di gua tidak penting lagi, dan ada suku Monrest yang berada pada peta yang ditandai, Sherly menceritakan keberadaan gua tersebut dan gambar-gambar aneh yang ada didalamnya.

“Kamu dengar itu, tunjukkan dimana tempat beradanya gambar-gambar yang di ceritakan Sherly,” perintah Kane dengan dingin kepada Leena."Ingat, jangan macam-macam. Nyawa suku kalian berada di tanganmu."

Leena menganggukkan kepala dan melanjutkan perjalanan. Leena merasa semakin kesal dengan Sherly yang membuat mereka dalam masalah. Untuk menerangi jalan, Lyra menyalakan lentera darurat, menerangi lorong gelap yang dipenuhi kelembapan dan bau khas tanah. Setelah beberapa menit berjalan, mereka tiba di sebuah ruangan besar dengan dinding yang dipenuhi ukiran dan gambar-gambar aneh.

"Ini…" gumam Lyra, matanya terpaku pada dinding. "Tidak mungkin. Komandan, kau harus melihat ini."

Kane, yang berjalan di belakangnya, melangkah maju. Matanya menyipit saat ia menatap ukiran-ukiran di dinding. Gambar-gambar yang terukir tampak bercerita, manusia kecil berhadapan dengan makhluk besar seperti monster, lingkaran dengan garis-garis aneh, dan simbol-simbol yang tampak familier.

"Ini tulisan kuno dari dunia kita," kata Kane perlahan, tangannya menyentuh dinding. "Tapi bagaimana bisa ada di sini?"

Valen yang berdiri di sebelahnya ikut memeriksa lebih dekat. "Komandan, ini benar-benar bahasa kita. Tidak diragukan lagi, binatang besar di gambar itu sama persis dengan binatang purbakala yang sering kita lihat di pelajaran sekolah."

Freya mendekat, matanya meneliti ukiran lainnya. "Tunggu, lihat yang ini," katanya sambil menunjuk ke sebuah lingkaran besar dengan lima simbol di dalamnya. "Simbol-simbol ini… apa mungkin mereka memiliki hubungan dengan sesuatu yang kita kenal?"

Kane mengangguk pelan, matanya terpaku pada dinding itu. "Ini lebih dari sekadar gambar."

Leena, yang berdiri di belakang mereka dengan wajah dingin, akhirnya angkat bicara. "Gambar-gambar itu sudah lama ada di tempat ini. Tapi tidak ada penduduk pulau ini yang tertarik karena tidak memahami artinya. Kami juga menghindari tempat ini karena banyak lorong yang membuat tersesat dan banyak monster di setiap lorong tempat ini."

"Diam," potong Kane tajam. "Aku tidak butuh komentarmu."

Kane mengusap dinding itu, mencoba mengingat sesuatu dari masa lalunya. Ia berbicara dengan suara rendah, seolah kepada dirinya sendiri, tetapi cukup keras untuk didengar yang lain. "Saat menjalankan salah satu misi, aku pernah melihat data rahasia di salah satu fasilitas rahasia pemerintah. Beberapa ratus tahun lalu, ada sebuah tambang yang ditemukan di dunia kita karena anomali satelit. Tambang itu menjadi salah satu penemuan terbesar, tapi juga paling berbahaya. Tambang itu mengandung mineral yang memancarkan gelombang elektromagnetik tinggi. Mineral ini memiliki titik didih lebih rendah, sehingga lebih mudah dicairkan, tetapi kekuatannya jauh melampaui bijih besi biasa."

Freya menyela, "Apakah bijih besi yang komandan maksudkan adalah bijih besi yang menjadi bahan dasar dari teknologi energi kita saat ini? Sumber daya yang membuat dunia kita maju."

Kane mengangguk dan memandangi gambar-gambar yang ada di dinding.

Freya menambahkan, "Bukankah Ini alasan kenapa teknologi modern kita bisa berkembang pesat. Jika semua bermula dari sumber daya yang ditemukan di sini, kenapa penemuan ini tidak pernah dibahas secara luas?"

Kane mengangguk, matanya tidak lepas dari ukiran di dinding. "Benar. Mineral itu membuat banyak kemajuan di bidang teknologi. Tapi mineral itu bukan satu-satunya yang mereka temukan."

Kane melanjutkan, suaranya penuh emosi. "Para peneliti itu juga menemukan catatan berupa gambar-gambar yang terpahat di dinding. Para peneliti itu kemudian menggunakan teknologi khusus untuk membuat catatan di dinding tercetak lebih jelas dan tidak bisa hilang. Karena tingginya pancaran elektromagnetik, mereka harus ekstra kerja keras membuat alat alat elektronik bisa berfungsi di tempat ini, karena alat pelindung elektromagnetik biasa tidak mampu menahannya."

Sambil memperhatikan gambar-gambar, Kane melanjutkan,"mereka juga membuat alat kyuzer, yaitu alat yang menyalurkan energi elektromagnetik untuk mengusir hewan-hewan buas yang mengancam para peneliti. Alat ini adalah asal mula dunia kita mempunyai alat pengusir hewan buas yang suka menyerang pemukiman penduduk. Dan itu adalah alat yang kita ikuti sepanjang perjalanan kita ke tempat ini."
